Gaya Pacaran "Living Together" Sebagai Pemicu Degradasi Moral Anak Bangsa


Sumber ; https://pin.it/5yP19BOJS (pinterest)

Hai gowters! Mungkin sebagian dari kalian udah tau nih tentang gaya pacaran yang sedang marak dikalangan remaja yaitu Living Together. Banyak dari mereka yang berfikir bahwa gaya pacaran satu ini merupakan gaya pacaran yang modern. Padahal, Living Together atau tinggal dan hidup bersama dalam satu rumah tanpa adanya ikatan pernikahan merupakan tindakan yang memicu degredasi merusak moral, bahkan merusak norma adat dan sosial anak bangsa di Indonesia.

Living Together mulai populer di era globalisasi dengan kemajuan teknologi. Living Together adalah wujud dari Neokolonialisme melalui kebudayaan maupun ideologi. Neokolonialisme sendiri memiliki arti penjajahan baru, Neo "baru" Kolonialisme "penjajahan" dalam artian konsep ini menggambarkan bagaimana negara-negara maju memanfaatkan ketergantungan negara berkembang melalui ekonomi, budaya, politik, bahkan ideologi tanpa kekerasan seperti militer untuk melakukan penjajahan.

Mengapa gaya pacaran Living Together bisa populer di Indonesia?

Adanya perkembangan teknologi di era globalisasi membuat sebagian besar masyarakat terlebih anak muda dapat dengan mudah mengakses apapun dimedia sosial. Kemudahan ini bisa berdampak buruk jika kita tidak bisa menyaring informasi yang tersebar dimedia sosial dengan baik. Selain itu, banyak remaja menuju dewasa yang berpikir gaya pacaran ini bersifat modern dan solusi bagi mereka yang ingin tinggal dan hidup bersama dengan pacar tapi belum siap menikah. Selain itu, kurangnya pengawasan dari orang tua yang memberikan kebebasan kepada anaknya tanpa adanya batasan sama sekali terkadang menjadi salah satu faktor terjadi fenomena Living Together

Living Together merupakan ideologi dari budaya barat. Hal ini tidak awam di Indonesia bahkan dianggap tidak pantas karena melanggar norma sosial. Menormalisasikan budaya Living Together membuat resiko sosial meningkat seperti kehamilan di luar pernikahan, aborsi, hingga stigma negatif dikalangan masyarakat. 

Secara sudut pandang sosiologi tentang penyimpangan yang menyebabkan degredasi moral ini dapat dikaitkan dengan teori anomi (Emiel Durkheim), degredasi moral disebabkan oleh penyimpangan norma sosial dan kondisi masyarakat di mana masyarakat mengalami perubahan besar (urbanisasi atau globalisasi) sehingga norma-norma tradisional mulai luntur dan tergantikan.

Setelah ditelaah lebih lanjut, apakah lebih baiknya pacaran dilakukan dengan hal hal positif dan mengembangkan diri?

Untuk menghindari gaya pacaran Living Together, para remaja yang berpacaran bisa memilih opsi lain untuk menjalankan hubungan agar tidak terasa membosankan dengan melakukan hal positif dan dapat mengembangkan diri. Selain itu, kita juga punya pilihan untuk membicarakan dengan pasangan tentang batasan dalam hubungan agar semua ada batasan dan memikirkan jangka panjang dari konsekuensi apa yang dilakukan dalam hubungan. 

Ingat, hindari hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Lebih baik menjaga daripada mengobati.



Komentar